Nggak
tau kenapa akhir-akhir ini kamu jadi orang yang sering muncul dalam
pikiranku. Aku sedang tidak ingin memikirkanmu, tapi kamu muncul
dengan brutalnya. Kamu mengobrak-abrik isi otakku, membajak hatiku,
bikin aku nggak karuan. Nggak tau kenapa juga, aku jadi sering
membuka kenangan masalalu kita. Apa yang pernah kita lakukan, apa
yang pernah kamu katakan dan apa yang pernah jadi hal menyenangkan
yang aku dapat darimu.
Melihat
kamu yang sekarang, aku tiba-tiba teringat kata tantemu "paling
susah ngerubah gaya dia", aku tertawa, karena gayamu memang
sulit diubah. Dulu kamu memang nggak pernah bisa lepas dari jas hitam
itu. Sekarang? Kamu berubah! Cardigan biru, sweater merah, kemeja
kotak-kotak, kamu terlihat lebih menyenangkan dipandang, apalagi
dengan Jaket Baseball hitam itu.
Aku
sedang berusaha keras melupakanmu, namun akhir-akhir ini usahaku
terlihat nggak membuahkan hasil. Semakin aku mencoba untuk
melupakanmu, kamu semakin muncul. Bahkan ketika doa semalaman jumat
kemarin, wajahmu muncul saat aku memejamkan mata. Aku mengusirmu
jauh-jauh dari otakku, namun wajah dinginmu muncul terus dan terus,
lagi dan lagi.
Aku
membiarkan saja kamu masuk ke dalam pikiranku, disaat aku sedang
menyembah namaNya, kamu menari-nari indah dalam gelapnya pikiranku.
Aku menikmati setiap desiran darahku yang rasanya menusuk-nusuk
jantungku, aku menikmati rasa sakitnya, perihnya yang rasanya lucu.
Aku
melihat wajah lelahmu kemarin, tatapanmu membuat aku merasa kalau
kamu "tidak suka" denganku. Kamu terlihat begitu malas
berada dekat-dekat denganku. Aku benci tatapan itu, aku benci segala
ekspresimu yang sulit aku tebak. Kamu benar tidak menyukaiku? Kamu
benar tak ingin aku berada dekat-dekat denganmu? Aku tak mengerti,
aku tak bisa membaca ekspresimu itu.
Aku
sadar aku nggak pantas denganmu. Kamu nggak akan mungkin suka dengan
wanita jadi-jadian sepertiku. Kamu nggak akan mungkin suka wanita
super alay sepertiku. Aku juga sadar kamu nggak akan menyukai wanita
yang tak pernah rapih dan selalu bersikap layaknya anak kecil. Tapi
aku tak bisa berubah, aku hanya berusaha jadi natural, jadi diriku
sendiri.
Tenang,
aku sedang dalam 'proses' melupakanmu kok. Wanita diluaran sana
memang lebih pantas menggenggam tanganmu, mendapat 'rasa' yang
benar-benar tulus darimu. Bukan yang hanya sebagai tempat
persinggahan, mainan, teman chat dikala sepi atau apalah istilahnya.
Aku
sadar aku yang paling bersalah dalam kisah ini. Aku tau kalau aku
nggak melakukan itu, kamu mungkin nggak akan pergi. Eh, tidak! Aku
lakukan atau nggak, kamu pasti pergi, karena kamu memang tak pernah
punya 'rasa' untukku.
Terima
kasih telah menjadi orang yang aku kagumi hampir sewindu. Beberapa
kali pria keluar masuk hidupku, kamu tetap jadi orang yang
terus-terusan aku kagumi. Tenang, aku sedang dalam 'proses'
melupakanmu kok. Kamu nggak usah khawatir kalau aku akan mengganggu hidupmu. Aku
hanya akan terus jadi secret admirermu, mengaggumimu dari
jauh.
Tidak apa, mengaggumimu dari jauh punya rasanya sendiri, dan aku suka rasa sakitnya. Rasanya lucu, aneh, menyebalkan dan menyesakkan dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar