Rabu, 06 Februari 2013

Jika Harus, Berakhirlah :')


Jika Harus, Berakhirlah :')

Dia seorang drummer, aku seorang penari. Kami bertemu di Gereja waktu malam Natal itu, usiaku baru 13 tahun dan dia 15 tahun. Sempat berkhayal ingin menjadi pacarnya tapi usia ku masih sangat muda. Aku mendengar dari sahabatnya pemain keyboard di Gereja bahwa dia menyukai ku. Aku senang mendengar hal itu. Sempat bertukar nomor telefon dan juga sempat SMSan. Terakhir aku bertemu dengan dia adalah saat dia memberiku sebuah kalung bertuliskan nama ku. Setelah itu aku tak pernah melihatnya lagi. Aku dengar bahwa mamanya telah dijemput Tuhan. Aku sedih, aku mencoba menghubunginya lagi melalui telefon tapi nomornya sudah tidak dapat di hubungi dan aku pun mencoba melupakan dia.

Hari berganti minggu bulan berganti tahun, sudah sekitar 5 tahun dia pergi. Tapi kini dia muncul lagi di hadapan ku. Dengan rambut barunya yang gondrong dan telihat sedikit urakan dan juga dengan anting di telinganya. Ahh, dia masih tetap mempesona. Setelah 5 tahun terlewat kenapa masih saja aku menyukai dia? 5 tahun itu bukan waktu yang singkat. Saat dia kembali aku telah memiliki seorang pria bernama Daniel, tapi dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Aku jelas tidak terima karena aku menyayangi Daniel. Tapi Daniel tak kunjung memintaku untuk kembali menjadi padanya, aku sedih dan aku kecewa walaupun perlakuannya terhadapku masih sama waktu hubungan ini belum berakhir.

Terlepas dari itu aku berkhayal bisa menjadi pacarnya, ya khayalanku 5 tahun lalu. Tapi aku sadar aku tak mungkin denganya. Tentu dia gak akan mau sama wanita sepertiku. Yang membuat aku yakin adalah dulu kami dekat, tapi saat dia kembali perlakuannya terhadapku seperti kami tak pernah saling mengenal sebelumnya. Khayalan itu ku pendam saja. Aku cukup mengaguminya dari belakang drumnya.

Tapi kenyataan berkata lain, saat aku mencoba untuk melupakan dia, dia malah semakin mendekat. Awal pertama kami dekat adalah saat aku secara tidak sengaja membuka Kronologi pemain keyboard Gereja ku, disana ada kiriman dari dia. Aku membuka kronologinya, dengan ragu aku me-add akun facebooknya. Malamnya ada notifikasi di facebook ku bahwa dia telah me-konfirmasi akun ku. Aku pun sangat senang.

Sekitar jam 01.25 malam aku terbangun, karena tepat hari ini aku mengikuti Ujian Nasional aku berdoa sebentar lalu mengambil buku ku. Setelah aku bosan dengan buku ku aku mebuka akun facebook ku. Saat aku membuka itu yang tebayang adalah dia. Aku membuka lagi kronologinya, aku mau menuliskan sesuatu tapi aku malu dan aku takut. Aku memutuskan untuk mengirimkan pesan saja. Isinya hanya ucapan terimakasih karena telah me-konfirmasi pertemanan dari ku. Aku gak berharap dia membalas tapi dengan sangat tidak terduga dia membalas pesan ku. Akhirnya kami pun ber-pesan ria.

Isi pesan kami menurutku lumayan konyol dari panggilan “gua-elu” berubah seketika menjadi “aku-kamu” lalu seketika berubah kembali menjadi “say-yang” haha. Dia minta nomer teleponku dan sejak saat itu kami semakin dekat dan dekat lagi.

23 April 2012. iya itulah tanggal bersejarah buat kami aku bahagia memiliki dia, sangat bahagia. Dia yang mengangkat ku dari Daniel, dia adalah malaikat ku. Malaikat bodoh ku :) aku bahagia menjalani ini bersama dia, tapi kebahagiaan itu hanya 9hari :') dia memutuskan hubungan ini dan menjadikan ku sebagai adiknya. Hancur sudah semuanya, hatiku dan harapan ku mengenang kebahagian kami yang hanya 9 hari. Ternyata dia memiliki wanita baru, yang sangat disayanginya. Aku bodoh tapi aku tetap aku menyayanginya sampai dia berakhir dengan wanitanya yang hanya 1 bulan, dan dia pun kembali padaku dan kami melanjutkan hubungan kami.

Aku bahagia dia kembali padaku. Aku mencintainya dan dia pun mencintaiku. Dia kebahagiaan ku, dia malaikatku. Dia penuhi hari-hari ku dengan warna dan keindahan. Dia drummer terhebatku, kami menjalani ini sebagai kita, kami adalah satu. Kami adalah sempurna, sempurna di dalam Tuhan. Dia berkata bahwa aku adalah penyemangat hidupnya, alasannya bertahan disini. Aku segalanya untuknya, aku kebahagiaanya. Dia membuat ku merasa spesial, dia membuat ku merasa sempurna. Dia adalah malaikat yang Tuhan kirimkann untuk ku, ini “rencana Tuhan” katanya “Tuhan sengaja mengirim aku kembali kesini supaya kita bersama-sama”. Dia menyanyikan banyak lagu indah untuk ku, indah :')

Kebahagiaan ku dengannya ternyata gak lama, dia mendapatkan pekerjaan baru sebagai guru dan mengharuskannya pindah tempat tinggal. Gak jauh sebenarnya, kami bisa melakukan ini. Tapi sepertinya dia tak mau berjuang. Dia berubah semenjak dia tinggal disana. Dia jarang menghubungi ku. Jarang berkata “ I LOVE YOU ” jarang sekali ingin tahu kabarku. Tapi dia tak pernah mengakhiri ini, entahlah. Besok adalah ulang tahunnya, aku mau berada disana, tapi sepertinya dia tidak menginginkan aku berada disana. Aku membiarkan dia menikmati hari ulang tahunnya bersama teman-teman barunya, biarkan dia bahagia.

Sehari setelah ulang tahunnya aku bertemu dengannya di Gereja, aku memberinya jam tangan dan mug. Di mug itu tegambar wajah kami berdua. Aku memang sengaja mencetak foto kami di mug itu agar dia selalu mengingatku. Tapi malam itu, 18 November 2012 dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Dia berkata dia ingin memfokuskan diri pada pekerjaan barunya tapi tak ku duga ternyata dia memiliki wanita lain. Lagi-lagi aku hancur karenanya :')

Lama sekali aku melupakanya, sulit untuk menghapus dia dari hidup ku. Waktu itu dia sakit dan aku khawatir dengannya. Aku menjenguknya di rumah sakit, aku menjaganya di rumah sakit. Ya walaupun gak full. Saat hari terakhir aku menjaganya, saat aku ingin pulang dia menangis. Air matanya membuat ku sedih, sangat sedih. Aku tak tega melihatnya, di tambah aku tau setelah dia pulang dari rumah sakit dia akan kembali kepada wanitanya dan akan melupakanku, aku tau pengorbanan ini akan sia-sia tapi ini semua aku lakukan karena aku tulus menyayanginya.

Tapi dia membalas 3 hari ku itu, dengan 3 hari yang indah. Malam itu dia hadir di acara yang diadakan oleh anak muda Gereja. Besok paginya dia mengajakku nonton. Ya, dia memperlakukanku layaknya pacarnya, aku senang aku bahagia. Beberapa hari ini di SMS dia manis sekali, dia selalu memanggil ku “sayang” aku senang dengan panggilan itu. Tapi itu gak bertahan lama, karena dia tiba-tiba menghilang dan tak mencari ku lagi.aku menunggunya setiap hari tapi tak ada lagi SMSnya dan Telefonya untuk ku. Dia sudah bahagia, bahagia dengan wanitanya aku gak berhak lagi atasnya, aku bukan miliknya dan dia bukan milik ku. Biar saja ku pendam perasaan ku biar saja ku simpan luka ku. Biar aku yang merasakan kerinduan yang tak terbalaskan, pengorbanan yang berakhir sia-sia. Sisa-sisa masa laluku biar ku kubur dalam-dalam. Jika memang harus berakhir, berakhirlah :')


Selasa, 05 Februari 2013

Tangerang, 23 April (saddest)


Hai gue Hermosa Iglesia. Tapi teman-teman biasa panggil Osya. Gue simple, cuek, manja. Suka bubble gum sama Lolipop. Gue tembem mirip boneka babi. Suka doraemon sama panda. Tapi suka babi juga. Daddy Sulawesi, Mommy Sumatra. Gue sekolah di Tangerang. Punya abang 1 namanya Apuesto Rey. Kata orang ganteng, kata gue jelek. Gue benci dia, dia ngajak gue berantem mulu ><
Gue bisa main semua alat musik tapi fokus di Biola, Piano sama Keyboard. Gue juga bisa Nari. Fokus di Ballet tapinya. Semua ini karna orangtua gue yang mau ngejadiin gue princess. Gue suka tapi kadang empet juga, harus terlihat sok cantik di depan semua orang. Mommy sama Daddy sih ngbebasin gue, tapi gue udah terlanjur dikenal sebagai Hermosa seorang Ballerina cantik dan pianist anggun serta pemain biola yang mempesona.
Dibelakang itu gue suka ikut lomba ngeband sama temen-temen gue. Di band itu gue adalah drummer. Gue juga suka ikutan lomba dance hip-hop dan selalu masuk 3besar. Gue suka ikut-ikut begituan, karena dari situ gue bisa dapet uang jajan tambahan. Hehe
Mommy sama Daddy tau kalo gue suka ikut begituan. Dan mereka sih setuju-setuju aja selama itu positif dan ngga ngeganggu pelajaran. Oh iyaa, gue juga disekolah lumayan pinter. Ngga pernah keluar dari 3besar. Ini semua juga karena orang tua gue yang udah mulai masukin gue les dan ikutan playgroup waktu usia 3tahun. Thanks mom and dad :*
Tapi hidup gue ngga seperfect kelihatannya. Banyak banget orang yang ngga suka sama gue. Mungkin mereka iri sama apa yang gue punya sekarang. Tapi Daddy sama Mommy selalu nguatin gue dan ngga mengijinkan gue untuk membenci orang yang membenci gue. Itulah orang tua gue selalu hebat dimata gue.
Inilah salah satu orang yang benci sama gue. Namanya Luvia. Dia adalah orang yang kayaknya benci banget sama gue. Dia selalu nyaingin gue. Di sanggar ballet, di tempat les, disekolah. Dimanapun deeh, tapi hidup kalo ngga ada saingan kan ngga asik juga yaa. haha
Oh iya gue mau cerita tentang seorang cowo. Trav. Dia ganteng, dia ketua osis dan Kapten tim basket. Dia itu ibarat Pangeran disekolah, ditambah dia itu anak penyumbang dana terbesar. Semua cewe suka sama dia. Tapi ternyata dia suka sama gue. Sayangnya gue sama sekali ngga suka dia. Dia sombong, belagu banget deh pokoknya, iyuuuh~
Sejak Trav suka sama gue, disekolah gue mendadak jadi seleb. Banyak yang nanya-nanya dsb. Dan juga semakin banyak orang yang benci sama gue. Termasuk Luvia. Luvia itu emang cewe cantik disekolah yaa bisa dibilang dia itu princess lah disekolah. Mungkin dia ngerasa kalah saing sama gue. Emang sih Luvia itu cantik, Fashionable, up to date dan semacamnya laah. Tapi kecantikannya ngga sebanding sama tingkah lakunya.
Pulang sekolah biasanya gue dijemput mommy daddy atau abang gue. Kadang juga pulang nebeng temen, kadang juga naik ojek. Sebenernya sih mommy sama daddy udah fasilitasin gue kendaraan. Tapi gue masih menikmati dianter jemput :D
Sore ini gue janjian sama temen gue Gadis, Ernatha, Ester, Javelyn, Frans, Gustava dan Gustavo buat hunting photo disuatu taman. Gue sama mereka emang suka hunting bareng. Kita mulai pegang kamera dari kelas 1 SMP. Kita satu sekolahan tapi ada yang beda kelas, dan rumah kita masih dalam satu Residence tapi beda Komplek.
Mulai lah kita bergaya-gaya ala model di taman. Memang selalu menyenangkan kalo hunting sama mereka. Trus kita mutusin buat mencar. Pokonya nanti kita harus kembali dengan hasil photo yang paling bagus. Kita sering ngelakuin ini. Yang hasil photonya paling bagus bakal kita traktir ice cream. Sebenernya sih ngga enak kalo menang, soalnya harus ngabisin ice cream yang kita beliin. Bayangin aja :3
Akhirnya mencar deh gue sama mereka, trus pas lagi hunting gue ketemu sama cowok yang kayaknya lagi hunting juga. Dia megang kamera dan kayak orang bingung, gue perhatiin aja itu orang. Manis sih hehe. Ngga lama dia nyamperin gue
“Hai”
“Hai juga”
“lo lagi hunting foto”
“iya nih, lo juga?”
“iyaa gue juga, eh emangnya taman ini ada komunitas photographer yaa?”
“setau gue sih ngga adaa”
“tapi kok dari tadi pas gue liatin banyak banget orang yang hunting foto, apa emang ini taman khusus foto-foto?”
“haha mungkin yang tadi lo liat adalah temen-temen gue. Setiap 2x seminggu gue sama temen-temen gue emang suka hunting foto disini”
“oh gitu, trus kok lo mencar?”
“kita lagi ngadain lomba, nyari foto yang paling bagus”
“oh udah sering yaa ngadain kayak begini?”
“sering banget”
“eh btw kita belum kenalan nih, gue Fresco panggil aja Esco”
“ooh salam kenal, gue Hermosa panggil aja osyaa. Tinggal deket sini?”
“iyaa itu diperumahan sebrang. Sebenernya sih gue dari Bandung”
“terus kesini ngapain?”
“Mami papi lagi keluar negri makanya kesini dulu tinggal barengan tante sama om”
“oh gitu”
kita ngobrol sambil hunting, tapi tiba-tiba henpon gue bunyi. Ternyata Frans, dia ngajak ngumpul lagi. Terus gue bilang sm Esco.
“co, gue mau kumpul lagi sama temen-temen gue gimana kalo lo ikut jugaa?”
“haa? Serius gue boleh ikut?”
“iyaa gapapa nanti gue kenalin sama temn-temen gue. Okee?”
“oke deh.”
terus gue jalan sama Esco nyamperin temen-temen gue.
“Hai Guys, kenalin ini temen baru gue namanya Fresco”
“Hai Fresco, manis yaa” kata Gadis.
“Kak Gadis genit nih” kata Gustavo
“ngga apa-apa lah dikit hehe. Eh btw kamu ketemu dimana sama Fresco syaa?”
“tadi di belakang taman deket danau, dia juga lagi hunting photo”
“Ohh. Photographer juga? Keren-keren”
Fresco cuma ngangguk
“yaudah langsung aja masukin foto kalian ke i-Pad gue biar gue bisa nilai” kata Frans
Kita mulai tuh liat-liat hasil jepretan masing-masing dan Frans mutusin pemenang dari hunting photo kali ini adalah Javelyn. Hasil jepretannya Javelyn emang ngga pernah jelek, hmm envy deeh pokoknya sama Javelyn.
“okee kali ini kan gue menang, tapi gue ngga mau kalian traktir ice cream soalnya minggu kemaren udah cukup gue makan banyak ice cream. Gue mau traktir kalian makan aja, gimana”
“mauuuu” kompak
akhirnya gue sama anak-anak pergi ketempat makan favoritnya kita-kita. Kita ngobrol-ngobrol banyak cerita-cerita sama Esco juga. Esco orangnya asik juga ternyata. Hehe
Hari ini disekolahan ada acara lomba seni. Ada band, trus dance. Banyak deeh. Ini adalah kali petama gue tampil berbeda. Karna anak-anak disekolah rata-rata taunya gue ballerina maka hari ini gue tampil sebagai dancer. Kalo sebelumnya mereka taunya gue pemain biola maka gue bakal muncul sebagai drummer. Tentu aja pas gue nongol sebagai dancer mereka kaget. Apalagi pas gue muncul sebagai drummer. Waah shocking mereka.
Tapi guess starnya yang menarik perhatian gue. Soalnya pemain gitarnya kayak gue pernah liat. Trus tiba-tiba Gadis nyamperin gue dan bilang “Sya, itu Fressco kaan?” nah lohh cetar membahana banget, pantesan gue kayak pernah liat ini orang ternyata bener kan. Pas dia turun panggung dia langsung hilang ngga tau kemana. Tiba-tiba ada yang nyapa gue dari belakang “hai drummer” pas gue nengok tiba-tiba ada blitz dari kamera dan gue tau hasil muka gue di kamera itu pasti jelek setengah hidup. Trus dia bilang
“ihh mukanya drummer unyuh deh kalo begini”.
“aaah Esco ngga asik nih, apus doong”
“jangan aah buat nakutin kecoak dirumah.haha”
“sial lu co, apuus gaa?”
“enggaaaa”
“uuh” (manyun)
“eh btw tadi kamu mainnya keren banget looh”
“bodo amat”
“ngedancenya juga bagus, suka deh liatnya. Tapi cewe secantik kamu mah kayaknya ngga pantes main drum. Main musik yang agak feminim doong”
“kamu maunya aku main apaa?”
“piano”
“mau lagu apaa?”
“A thousand Years”
“okee, aku nyanyiin lagu A thousand Years buat kamu pake piano tapi kamu apus foto tadi, deal?”
“oke deal”
Gue emang punya kesempatan sekali lagi buat perform. Tadinya mau main biola tunggal. Tapi gue ubah jadi main piano nyanyi lagu A Thousand Years tunggal. Gue naik kepanggung dan gue perform secantiknya gue. Gue liat semua orang menikmati penampilan gue termasuk Esco. Gue liat Esco kayaknya kagum sama gue. Haha. Abis nyanyi gue langsung turun dan nyamperin Esco. Esco langsung ngasih kameranya dan gue liat udah ngga ada foto gue yang jelek itu. Yang ada foto gue pas lagi nyanyi A Thousand Years tadi. Iih cantiknya gue. Ternyata dia photographer yang hebat juga.
“Btw, thanks yaa udah nyanyiin lagu itu. aku pikir kamu drummer galak ternyata kamu pianist yang Luar Biasa”
“aku biasa aja kok ngga usah berlebihan”
“eh karna kamu udah nyanyiin lagu tadi, aku traktir makan deeh”
“serius?”
“iyaa, mau makan dimana?”
“dimana aja terserah kamu”
“yaudah ayoo, aku ajak makan direstoran favorit aku”
terus gue jalan sama dia.
Dibalik sikap diemnya ternyata dia menyenangkan. Hehe. Dia banyak cerita soal keluarganya. Kehidupannya waktu di Bandung dan sebagainya. Kalo gue simpulin sih dia termasuk anak broken-home. Karna papi-maminya terlalu sibuk ngurus ini itu. Makanya dia mutusin buat tinggal sama Om dan Tantenya. Ya disitu kita juga ngebahas soal photograph, music dan sebagainya. Seneng sih bisa sama-sama dia. Abis makan dia nganterin gue pulang dan gue kanalin sama daddy mami dan abang gue. Mereka semua senang termasuk abang gue, gaktau deh kenapa kayaknya dia suka aja sama Esco abang gue bilang “besok-besok main lagi lu kesini yaa” “iyaa bang pasti. Om tante bang. Saya pulang dulu yaa. Osya, ketemu besok yaa” dia langsung pergi.
Pas gue masuk kamar, gue bingung sama kata-kata dia yang “ketemu besok” emang besok bakalan ketemu apah? No telefon aja kita ngga tukeran, hadeeeh. Bodo deeh yang penting gue seneng hari ini. Thanks Esco :*
Besoknya pas gue sampe sekolahan gue ngeliat cowo lagi moto kupu-kupu ditaman. Kayaknya anak baru deeh, soalnya yang suka hunting gambar di taman gue kenal semua. Tapi yang ini ngga. Pas gue samperin ternyata dia Esco, gue kaget aja liatnya dia pake seragam sekolah sama kayak gue.
“Esco, kamu ngapain disini?”
“keliatannya?”
“Kamu ngapain pake seragam segala?”
“aku kan murid disini ngga boleh aku pake seragam?”
“haah? Murid disini?”
“iyaa, aku anak baru kelas XI Multimedia 3, salam kenal”
“kamu MM3? Waah, saingan baru nih huuu”
“kenapa gasuka aku di MM3? Yaudah aku pindah deeh”
“eeh ngga, ngga apa-apa kok”
terus kita ngobrol sampe bel masuk.
Makin deket aja gue sama Esco apalagi semenjak kita sekelas. Eh tapii si princes Hujan itu kayaknya iri sama gue. Pas gue lagi ngobrol
“Hai Esco” kata Luvia
“Hai”
“Gue Luvia, mau panggil Lulu, Vivi atau Viaa terserah”
“Emm, Lulu aja kali yaa”
“oke ngga apa-apa. Ayo makan siang barengan gue. Gue yang traktir”
“ayo deeh. Syaa, ikut yuuk”
“ngga dehh Co kamu aja sama Lulu”
“ooh, oke deeh”
akhirnya Lulu sama Esco pergi makan. Agak empet sih, tapi yaudah lah yaa.
Si Lulu kayaknya seneng banget tuh makan sama Esco. Trus tiba-tiba Trav nyamperin gue yang bikin gue kaget setengah mati.
“Hello Principessa”
“apa sih lu Trav”
“kenapa? Gak suka kedatanganku?”
“iyaa”
“kok gitu sih? Aku nyanyiin kamu 1 lagu yaa”
“i know it's hard to remember, the people we used to be...”
“udah aah Trav, unmood”
“unmood? Gue punya bubble gum”
“serius? Maauuu”
“niih, lu tuh jangan unmood mulu kenapa kalo lagi sama gue”
“abis elunya bikin unmood ajaa”
“gue kan selalu berusaha menyenangkan lu”
“lebay loo. But thanks yaa bubble gumnya”
“everything”
basicly Trav itu baik, cuma kadang dia lebay dan sombongnya minta maap deeh -_-
Pulang sekolah gue dijemput abang gue, dia langsung nanyain Esco. Dia mah emang ngga niat jemput gue, dia cuma mau ketemu Esco, grrr. Tapi pulang sekolah gue liat Esco pulang barengan Lulu. Eh abang gue langsung masuk ke mobil.
“gue kira lu udah pacaran sama Esco”
“apaan sih lu bang, engga kok”
“iyaa juga ngga apa-apa kok”
“tapi kan engga bang”
“iyaa daah, mau pulang apa mau makan dulu?”
“tumben bang ngajak gue makan”
“kaan salah aja gue mah de dimata lu, gue baik salah. Ngga baik lebih salah lagi”
“gue ngga bilang lu salah bang, kan gue cuma nanya tumben ajaa”
“ngga apa-apa, kan ade gue cuma 1. gue ngga mau lu benci mulu sama gue, kalo gue mati besok gue ngga sempet bahagiain lu dong de. Gue pengen aja lu bangga punya abang kayak gue”
“lebay lu ahh bang”
“haha”
akhirnya gue pergi makan dulu sama abang gue. Tumben abang gue baik, tapi tetep aja sifat jailnya ngga ilang. Masih aja pas makan dia godain gue. Argh. But, gue seneng laah. Baru ini gue ngerasain rasanya punya abang :)
Gue minta abang gue buat anterin gue ketempat les. Gue mau beli sepatu balet dan ternyata disitu ada Esco yang lagi nganterin Lulu beli sepatu juga. Asli cemburu, segitu deketnya mereka :( malemnya dia BBMin gue
“ternyata Trav itu pacar kamu”
“haa? Siapa bilang? Ciye yang deket sama Lulu, congrats :)”
“Lulu yang bilang sama aku kalo kamu sama Trav jadian”
“haha Lulu aja kamu percaya, Trav emang suka sama aku tapi aku ngga suka sama dia”
“lho kok gituu? Terus kamu sukanya sama siapa?”
“sama kamuuuu *eh”
“serius?”
“nggak, bercanda”
“yaaah. Padahal aku juga suka sama kamu”
“serius?”
“nggak, bercanda”
“-_-”
“haha”
sampe situ doang gue BBMan sama dia. Makin hari gue sama esco makin deket, tapi kalo disekolah jarang deketan. Abisan dia sama Lulu mulu dan Trav selalu nyamperin gue. Hemm.
Hari ini ada outing di taman, of course gue ngga mau ketinggalan. Gue bawa kamera gue, itu modal utama gue. Hahaha. Pas mau berangkat, gue kaget Esco jemput gue. Yaudah gue berangkat sama dia. Gue seneng daah dia jemput gue. Gue sebis sama Esco tapi gue duduk sama Javelyn. Eh ternyata si Lulu duduk sama esco. Sebel deeh >< trus Eve nanya sama gue
“kenapa syaa, jelous?”
“engga eve apa deeh”
“osya osya, kita temenan udah 10tahun gue tau laah semua sifat lu”
“aah, oke eve gue emang jelous tapi gue ngga hak kali buat jelous”
“eeh, si esco itu sebenernya suka sama lu tau”
“ngarang lu eve”
“beneran, kemarenan gue pinjem i-Padnya terus wallpaper i-Padnya itu photo lu yang jeleeek banget mukanya. Tulisanya 'A Thousand Years'”
“beneran eve?”
“Bener daah”
“aah sial, berarti foto gue yang jelek itu belum di apus sama dia”
“haha, berarti dia ngga kayak cowo-cowo lain syaa yang suka sama lo cuma karna lu cantik dan imut kayak babi”
“aah sial lu eve”
“tapi kalo lu bisa jadian sama dia, gue jamin lu ngga bakal kecewa”
“sok tauuuu”
pas sampe ditempat outing si Esco ngasih kejutan bodoh. Dia nyanyi ditempat outing yang bikin semua anak-anak nyamperin dia. Dia nyanyiin lagunya Daniel Bedingfield “if You're not the one” tapi diakhir lagu dia bilang “I Love You, Hermosa Iglesia. Would you be mine?” trus dia langsung narik gue dan dia tanya
“mau kan jadi pacarku?”
oh my God, melting melting melting gue. Gue ngga bisa bilang apa-apa. Gue cuma bisa senyum dan bilang “Yaa” disitu ada Trav dan Luvia. Tiba-tiba Luvia nyamperin gue
“cewe nakal loo, semua aja orang yang gue suka lo ambil”
“maksud lo apaa?”
“gak cukup apa lo sama Trav, haa? Harus juga lu ambil coco guee?”
Trav tiba-tiba dateng dan dorong Esco sampe dia jatoh ke danau. Karna memang disitu deket danau
“Escooo”
“Help Me!”
“Gue sama Eve langsung terjun kesitu dan oh my God airnya dingin banget ternyata”
“Langsung gue sama Eve bawa esco kepinggir danau”
Guru gue dateng dan malahan langsung marahin Esco. Kita coba jelasin tapi gurunya ngga mau denger dia malah nuduh kalo Esco anak baru cari masalah aja kerjaanya. Dan anak-anak ngga ada yang berani bantah dia. Bahkan guru-guru yang lain. Akhirnya Esco dibawa ke tenda sama guru yang paling kece disekolahan, Miss. Tasya.
Malemnya gue jengukin Esco di tenda dan Hell badannya panas banget. Gue bilang sama Ms. Tasya dan Ms. Tasya ngompres dia. Besok paginya kita pulang dan keadaan Esco makin parah. Esco minta gue buat telefon om dan tantenya dan akhirnya om sama tantenya jemput dia disekolah. Gue pulang kerumah dengan rasa deg-degan juga sih. Gue harap Esco baik-baik ajaa. Sorenya gue terima telefon kalo Esco masuk rumah sakit, ngga basa-basi gue langsung kerumah sakit buat jengukin Esco.
Pas nyampe rumah sakit gue liat Esco lagi disuapin makan sama cewe, cantik benget. Bukan Luvia atau cewe disekolah. Gue liatin aja dari jendela kamar, mereka mesra banget. Pas lagi nyuapin kadang cewe itu cium keningnya Esco. Kayaknya Esco seneng banget deeh dan udah keliatan mulai sembuh. Feeling gue itu bukan keluarga, dan pasti bukan temen juga. Mungkin itu pacarnya. Gue nyoba buat mikir positif tapi perasaan gue makin yakin kalo itu pacarnya Esco pas ngeliat mereka bercanda semesra itu. Tiba-tiba ada suster nyamperin gue.
“kenapa cantik, kok ngeliatin mereka? Pasti kamu iri yaa sama mereka? Mereka cocok yaa”
“Ohh, mereka pacaran yaa sus?”
“iyaa cantik, itu Cewenya baru dateng dari Singapura pas tau kalo cowoknya sakit. So sweet kaan?”
“Oh gitu yaa sus, suster yang jagain dia yaa?”
“iyaa, kenapa cantik?”
“aku boleh titip ini ngga? Bilang aja dari Osya. Maksih yaa suster”
Gue pergi ninggalin rumah sakit dengan sakitnya. Aah kenapa harus Esco ngecewain gue. Kenapa harus sakit ini yang gue terima. Gue nangis dimobil dan ngendarain mobil gue tanpa kendali. Gue masuk rumah dan ternyata ngga ada orang. Gue kerumah Eve dan Eve yang dengerin semua cerita gue. Gue tenang malem itu dan gue tidur dirumah Eve.
Besoknya Eve ngajak gue buat pergi liburan ke Bali. Gue ngasih tau mommy sama daddy via telepon. Terus gue sengaja matiin BB gue karna gue ngga mau ada yang ganggu liburan gue kali ini barengan Eve. Eve tuh emang asik banget orangnya. Gue having fun seminggu di Bali. Dan gue berhasil ngelupain Esco. Setelah selesai liburan gue kerumah dan gue dapet surat sama bunga yang udah layu. Suratnya ternyata dari Esco
Dear, Hemosaa..
Hai drummer, Ballerina, Dancer, Pianist, Singer, Photographer aah kamu multi talent yaa. Apaa kabar? Baik atau Luar biasa? Hehe. Aku nulis surat ini karena aku bingung mau hubungi kamu via apa. BB kamu ngga aktiv. Aku cari kamu kerumah katanya kamu ngga ada yaudah aku nulis ini. Kamu tau ngga, kamu itu mempesona. Mata kamu indah banget, rambut kamu. Dan muka imut kamu yang ngga bisa aku lupain. Makasih yaa buat A Thousand Years yang waktu itu kamu nyanyiin buat aku.Maafin aku, aku ngga pernah cerita sama kamu soal Agata, karena itu ngga penting menurutku. Hubungan aku sudah berakhir semenjak Agata pergi ke Singapura, tapi ngga tau kenapa tiba-tiba Agata datang. Aku tau aku salah, aku masih memiliki sedikit rasa untuk Agata tapi aku malah berani menyayangi kamu. Maafin aku Syah, aku sayang kamu. Agata memang orang yang dulu aku sayang, aku senang pas dia datang ke Indonesia untuk jenguk aku. Tapi pas aku terima boneka dari kamu, aku tau kalo aku lebih sayang kamu sekarang dibanding Agata. Tapi aku tau, kamu udah ngga sayang sama aku. Pasti aku terlalu banyak ngecewain kamu kaan? Maafin aku yaa Osya ku sayang, mungkin kita ngga akan ketemu lagi. Pas kamu terima surat ini aku pasti lagi diruang Operasi, atau mungkin udah di surga. Kalau aku berhasil melewati Operasiku, kita ketemu ditaman waktu pertama kita ketemu itu yaa syaa. Di sore yg sama. Fresconidian Gunawan sayang Hermosa Iglesia :*”
Gue baca surat itu dan gue ngga bisa berhenti menagis. Gue nyesel kenapa gue pergi gitu aja. Gue ngga tau keadaan Esco sekarang giman. Gue juga gak tau cara menghubungi dia. Gue kerumah om sama tantenya tapi rumahnya kosong. Katanya udah pindah. Gue ngga tau gue harus gimana. Gue cerita sama mommy and daddy mereka bilang doakan yang terbaik aja buat Esco dan setiap harinya gue selalu berdoa yang terbaik buat Esco.

8 Bulan kemudian

Nunggu 8 bulan bukan waktu yang singkat buat gue, setiap harinya gue berdoa yang terbaik buat Esco. Tepat tanggal 23 April adalah waktu gue buat ketemu sama dia. Gue dateng ketaman dan duduk dibangku ngehadap ke danau, tempat gue pertama kali ketemu sama dia. Tapi setelah gue nunggu hampir 2 jam, Esco ngga datang juga. Gue tunggu sampe malem tapi dia ngga dateng juga. Gue buka suratnya dan gue inget kata-kata dia “Maafin aku yaa Osya ku sayang, mungkin kita ngga akan ketemu lagi. Pas kamu terima surat ini aku pasti lagi diruang Operasi, atau mungkin udah di surga.Kalau aku berhasil melewati Operasiku, kita ketemu ditaman waktu pertama kita ketemu itu yaa syaa. Di sore yg sama. Fresconidian Gunawan sayang Hermosa Iglesia :*” reflek gue nangis, apa mungkin dia udah kesurga? Yaa Tuhan aku pengen liat dia sekali lagi. Aku mau bilang kalo aku sayang dia.
Gue balik kerumah dengan hati hancur. Daddy, Mommy sama abang gue udah nebak apa yang terjadi. Mereka langsung peluk gue dan nyuruh gue buat sabar. Gue ke kamar dan berdoa, tapi gue tau ini rencana Tuhan dan gue ngga bisa apa-apa.


Fresconidian Gunawan
Hermosa sayang, makasih udah mau dateng. Aku tau kamu ngga liat aku, tapi aku bisa liat kamu. Maafin aku Hermosa. Aku sayang kamu Hermosakuu”


Tangerang, 23 April