Jika Harus, Berakhirlah :')
Dia seorang drummer, aku seorang
penari. Kami bertemu di Gereja waktu malam Natal itu, usiaku baru 13
tahun dan dia 15 tahun. Sempat berkhayal ingin menjadi pacarnya tapi
usia ku masih sangat muda. Aku mendengar dari sahabatnya pemain
keyboard di Gereja bahwa dia menyukai ku. Aku senang mendengar hal
itu. Sempat bertukar nomor telefon dan juga sempat SMSan. Terakhir
aku bertemu dengan dia adalah saat dia memberiku sebuah kalung
bertuliskan nama ku. Setelah itu aku tak pernah melihatnya lagi. Aku
dengar bahwa mamanya telah dijemput Tuhan. Aku sedih, aku mencoba
menghubunginya lagi melalui telefon tapi nomornya sudah tidak dapat
di hubungi dan aku pun mencoba melupakan dia.
Hari berganti minggu bulan berganti
tahun, sudah sekitar 5 tahun dia pergi. Tapi kini dia muncul lagi di
hadapan ku. Dengan rambut barunya yang gondrong dan telihat sedikit
urakan dan juga dengan anting di telinganya. Ahh, dia masih tetap
mempesona. Setelah 5 tahun terlewat kenapa masih saja aku menyukai
dia? 5 tahun itu bukan waktu yang singkat. Saat dia kembali aku telah
memiliki seorang pria bernama Daniel, tapi dia memutuskan untuk
mengakhiri hubungan. Aku jelas tidak terima karena aku menyayangi
Daniel. Tapi Daniel tak kunjung memintaku untuk kembali menjadi
padanya, aku sedih dan aku kecewa walaupun perlakuannya terhadapku
masih sama waktu hubungan ini belum berakhir.
Terlepas dari itu aku berkhayal bisa
menjadi pacarnya, ya khayalanku 5 tahun lalu. Tapi aku sadar aku
tak mungkin denganya. Tentu dia gak akan mau sama wanita sepertiku.
Yang membuat aku yakin adalah dulu kami dekat, tapi saat dia kembali
perlakuannya terhadapku seperti kami tak pernah saling mengenal
sebelumnya. Khayalan itu ku pendam saja. Aku cukup mengaguminya dari
belakang drumnya.
Tapi kenyataan berkata lain, saat aku
mencoba untuk melupakan dia, dia malah semakin mendekat. Awal pertama
kami dekat adalah saat aku secara tidak sengaja membuka Kronologi
pemain keyboard Gereja ku, disana ada kiriman dari dia. Aku membuka
kronologinya, dengan ragu aku me-add akun facebooknya.
Malamnya ada notifikasi di facebook ku bahwa dia telah
me-konfirmasi akun ku. Aku pun sangat senang.
Sekitar jam 01.25 malam aku terbangun,
karena tepat hari ini aku mengikuti Ujian Nasional aku berdoa
sebentar lalu mengambil buku ku. Setelah aku bosan dengan buku ku aku
mebuka akun facebook ku. Saat aku membuka itu yang tebayang
adalah dia. Aku membuka lagi kronologinya, aku mau menuliskan sesuatu
tapi aku malu dan aku takut. Aku memutuskan untuk mengirimkan pesan
saja. Isinya hanya ucapan terimakasih karena telah me-konfirmasi
pertemanan dari ku. Aku gak berharap dia membalas tapi dengan sangat
tidak terduga dia membalas pesan ku. Akhirnya kami pun ber-pesan ria.
Isi pesan kami menurutku lumayan konyol
dari panggilan “gua-elu” berubah seketika menjadi “aku-kamu”
lalu seketika berubah kembali menjadi “say-yang” haha. Dia minta
nomer teleponku dan sejak saat itu kami semakin dekat dan dekat lagi.
23 April 2012. iya itulah tanggal
bersejarah buat kami aku bahagia memiliki dia, sangat bahagia. Dia
yang mengangkat ku dari Daniel, dia adalah malaikat ku. Malaikat
bodoh ku :) aku bahagia menjalani ini bersama dia, tapi kebahagiaan
itu hanya 9hari :') dia memutuskan hubungan ini dan menjadikan ku
sebagai adiknya. Hancur sudah semuanya, hatiku dan harapan ku
mengenang kebahagian kami yang hanya 9 hari. Ternyata dia memiliki
wanita baru, yang sangat disayanginya. Aku bodoh tapi aku tetap aku
menyayanginya sampai dia berakhir dengan wanitanya yang hanya 1
bulan, dan dia pun kembali padaku dan kami melanjutkan hubungan kami.
Aku bahagia dia kembali padaku. Aku
mencintainya dan dia pun mencintaiku. Dia kebahagiaan ku, dia
malaikatku. Dia penuhi hari-hari ku dengan warna dan keindahan. Dia
drummer terhebatku, kami menjalani ini sebagai kita, kami adalah
satu. Kami adalah sempurna, sempurna di dalam Tuhan. Dia berkata
bahwa aku adalah penyemangat hidupnya, alasannya bertahan disini. Aku
segalanya untuknya, aku kebahagiaanya. Dia membuat ku merasa spesial,
dia membuat ku merasa sempurna. Dia adalah malaikat yang Tuhan
kirimkann untuk ku, ini “rencana Tuhan” katanya “Tuhan sengaja
mengirim aku kembali kesini supaya kita bersama-sama”. Dia
menyanyikan banyak lagu indah untuk ku, indah :')
Kebahagiaan ku dengannya ternyata gak
lama, dia mendapatkan pekerjaan baru sebagai guru dan mengharuskannya
pindah tempat tinggal. Gak jauh sebenarnya, kami bisa melakukan ini.
Tapi sepertinya dia tak mau berjuang. Dia berubah semenjak dia
tinggal disana. Dia jarang menghubungi ku. Jarang berkata “ I
LOVE YOU ” jarang sekali ingin tahu kabarku. Tapi dia tak
pernah mengakhiri ini, entahlah. Besok adalah ulang tahunnya, aku mau
berada disana, tapi sepertinya dia tidak menginginkan aku berada
disana. Aku membiarkan dia menikmati hari ulang tahunnya bersama
teman-teman barunya, biarkan dia bahagia.
Sehari setelah ulang tahunnya aku
bertemu dengannya di Gereja, aku memberinya jam tangan dan mug. Di
mug itu tegambar wajah kami berdua. Aku memang sengaja mencetak foto
kami di mug itu agar dia selalu mengingatku. Tapi malam itu, 18
November 2012 dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Dia berkata
dia ingin memfokuskan diri pada pekerjaan barunya tapi tak ku duga
ternyata dia memiliki wanita lain. Lagi-lagi aku hancur karenanya :')
Lama sekali aku melupakanya, sulit
untuk menghapus dia dari hidup ku. Waktu itu dia sakit dan aku
khawatir dengannya. Aku menjenguknya di rumah sakit, aku menjaganya
di rumah sakit. Ya walaupun gak full. Saat hari terakhir aku
menjaganya, saat aku ingin pulang dia menangis. Air matanya membuat
ku sedih, sangat sedih. Aku tak tega melihatnya, di tambah aku tau
setelah dia pulang dari rumah sakit dia akan kembali kepada wanitanya
dan akan melupakanku, aku tau pengorbanan ini akan sia-sia tapi ini
semua aku lakukan karena aku tulus menyayanginya.
Tapi dia membalas 3 hari ku itu, dengan
3 hari yang indah. Malam itu dia hadir di acara yang diadakan oleh
anak muda Gereja. Besok paginya dia mengajakku nonton. Ya, dia
memperlakukanku layaknya pacarnya, aku senang aku bahagia. Beberapa
hari ini di SMS dia manis sekali, dia selalu memanggil ku “sayang”
aku senang dengan panggilan itu. Tapi itu gak bertahan lama, karena
dia tiba-tiba menghilang dan tak mencari ku lagi.aku menunggunya
setiap hari tapi tak ada lagi SMSnya dan Telefonya untuk ku. Dia
sudah bahagia, bahagia dengan wanitanya aku gak berhak lagi atasnya,
aku bukan miliknya dan dia bukan milik ku. Biar saja ku pendam
perasaan ku biar saja ku simpan luka ku. Biar aku yang merasakan
kerinduan yang tak terbalaskan, pengorbanan yang berakhir sia-sia.
Sisa-sisa masa laluku biar ku kubur dalam-dalam. Jika memang harus
berakhir, berakhirlah :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar