Rabu, 21 Mei 2014

Malam Absurd bersama #SemF...

“Walaupun salah, nggak mau kalah” Statement kekanak-kanakan yang dulu kita buat. Halo sahabat-sahabat binatang gue. Halo Kufu-kufu, Halo Kodok, Halo Cicak, Halo Curut dan Halo Jangkrik. Kapan kita bikin film absurd lagi? Kapan kita bisa ketawa lepas kayak dulu lagi? Kapan?

Semalam kalian dengan agak sedikit memaksa ngajakin gue buat kumpul. Untungnya semalam kelas berakhir cepat, jadi gue bisa datang buat nemuin kalian. Kalian berada diatap rumah Kodok dan gue bersama Kufu-kufu yang jemput gue segera nyusul kalian yang lagi ada diatap. Dengan konyol saat gue udah ditangga menuju keatap kalian menyanyikan lagu “Happy Birthday” ngebawa sebuah Bolu lapis Surabaya dan sebuah lilin yang biasa digunakan untuk mati lampu ditengahnya. Gue tertawa dengan konyolnya, pasalnya “Ultah gue kan bukan hari ini”, mereka tertawa dan bicara “simbolis aja, mumpung kita lagi kumpul” kata Cicak yang megang kue Lapis Surabaya itu.

Kita semua duduk diatap rumah malam itu, meskipun tanpa bintang tapi tetap indah. Menikmati kue dan soda yang dicampur dengan susu. Mengobrol membabi buta, makan tanpa memikirkan berat badan dan tertawa tanpa memikirkan tetangga yang mungkin sudah tidur. Mengambil beberapa gambar sambil mendengarkan Hoobastank yang menyanyikan The Reason. Seketika hening. Keheningan malam yang khas dari rumah yang dikelilingi oleh kebun-kebun. Kita semua bisu beberapa entah berapa lama sampai pada akhirnya Pangerannya Curut yang memecahkan keheningan itu dengan lawakan singkatnya.

Lalu kita sibuk dengan gadget kita masing-masing. Hening. Hanya tetap Hoobastank dengan The Reasonnya yang memecahkan keheningan. Kufu-kufu, Cicak dan gue sibuk dengan blackberry masing-masing. Kodok dengan handphone yang menelepon pangerannya yang jauh disana dan Curut bercanda mesra ala ABG dengan pangerannya yang dia bawa. Sedangkan Jangkrik, tidak bisa hadir. Lalu gue ngerasa kalau kita kaku, entah kita atau hanya gue karena beberapa topik obrolan kalian masih mengenai “kumpul kemarin”. Memang, disetiap kalian ngajak gue untuk kumpul gue selalu yang paling nggak bisa. Alasan klasik “sibuk”. Karena gue harus menghabiskan pagi-sore di Pabrik, sore-malam di Kampus dan sabtu-minggu di Gereja, nyaris nggak punya waktu untuk memanjakan diri sendiri dan dihabiskan bersama orang-orang diluar Kampus dan Gereja.

Candaan kita masih tetap lucu, kekonyolan kita masih tetap sama. Tapi nggak tau kenapa gue ngerasa ketawa kita nggak lepas, ada sesuatu yang mengganjal. Gue kangen masa sekolah dulu, yang kita bisa ngebego bareng, rusuh bareng tanpa gue harus ngerasa kaku. Mungkin karena gue jarang kumpul sama kalian atau apa ya, gue nggak tau. Tapi gimanapun kalian adalah mata gue saat gue sekolah, kalian adalah guru yang mengajarkan sesuatu yang nggak pernah diajarin disekolah ataupun tempat les, kalian adalah orang-orang absurd yang selalu ada buat gue. Kalian tetap sahabat gue. Dan gue? Masih psikolog gagal kalian kan?


♥#SemF...