Banyak kata-kata yang tak
mampu kurangkai.
Mereka hanya berputar
manis diotakku.
Tak mengerti maksudnya,
merusak otak saja!
Dalam sepi aku terdiam,
diam dalam sepi itu mudah.
Bagaimana caranya diam
dikeramaian?
Orang-orang disekitarku
tersenyum, aku juga.
Tersenyum dengan palsu,
menggelikan.
Kutatap layar gadget,
mengharap apa?
Apakah layar gadget mampu
memberi ketenangan?
Teman-teman tertawa, aku
juga.
Tawa kepalsuan, miris.
Baik, aku akan diam saja
disini dengan bodoh.
Sambil menekan tombol
lock-unlock digadget.
Mengharapkan sesuatu,
mungkin tidak?
Lalu haripun berakhir
dengan dua kata “tidak mungkin”.
Aku duduk diam lagi,
berusaha meneteskan air dari mata.
Supaya wajahku terasa
segar karena air, alasan.
Sayangnya air itu tak
keluar, sudah tak mampu sepertinya.
Hanya seperti sesak yang
tak mampu dihindari.
Kadang terasa kosong,
sesekali hampa.