Rabu, 06 Februari 2013

Jika Harus, Berakhirlah :')


Jika Harus, Berakhirlah :')

Dia seorang drummer, aku seorang penari. Kami bertemu di Gereja waktu malam Natal itu, usiaku baru 13 tahun dan dia 15 tahun. Sempat berkhayal ingin menjadi pacarnya tapi usia ku masih sangat muda. Aku mendengar dari sahabatnya pemain keyboard di Gereja bahwa dia menyukai ku. Aku senang mendengar hal itu. Sempat bertukar nomor telefon dan juga sempat SMSan. Terakhir aku bertemu dengan dia adalah saat dia memberiku sebuah kalung bertuliskan nama ku. Setelah itu aku tak pernah melihatnya lagi. Aku dengar bahwa mamanya telah dijemput Tuhan. Aku sedih, aku mencoba menghubunginya lagi melalui telefon tapi nomornya sudah tidak dapat di hubungi dan aku pun mencoba melupakan dia.

Hari berganti minggu bulan berganti tahun, sudah sekitar 5 tahun dia pergi. Tapi kini dia muncul lagi di hadapan ku. Dengan rambut barunya yang gondrong dan telihat sedikit urakan dan juga dengan anting di telinganya. Ahh, dia masih tetap mempesona. Setelah 5 tahun terlewat kenapa masih saja aku menyukai dia? 5 tahun itu bukan waktu yang singkat. Saat dia kembali aku telah memiliki seorang pria bernama Daniel, tapi dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Aku jelas tidak terima karena aku menyayangi Daniel. Tapi Daniel tak kunjung memintaku untuk kembali menjadi padanya, aku sedih dan aku kecewa walaupun perlakuannya terhadapku masih sama waktu hubungan ini belum berakhir.

Terlepas dari itu aku berkhayal bisa menjadi pacarnya, ya khayalanku 5 tahun lalu. Tapi aku sadar aku tak mungkin denganya. Tentu dia gak akan mau sama wanita sepertiku. Yang membuat aku yakin adalah dulu kami dekat, tapi saat dia kembali perlakuannya terhadapku seperti kami tak pernah saling mengenal sebelumnya. Khayalan itu ku pendam saja. Aku cukup mengaguminya dari belakang drumnya.

Tapi kenyataan berkata lain, saat aku mencoba untuk melupakan dia, dia malah semakin mendekat. Awal pertama kami dekat adalah saat aku secara tidak sengaja membuka Kronologi pemain keyboard Gereja ku, disana ada kiriman dari dia. Aku membuka kronologinya, dengan ragu aku me-add akun facebooknya. Malamnya ada notifikasi di facebook ku bahwa dia telah me-konfirmasi akun ku. Aku pun sangat senang.

Sekitar jam 01.25 malam aku terbangun, karena tepat hari ini aku mengikuti Ujian Nasional aku berdoa sebentar lalu mengambil buku ku. Setelah aku bosan dengan buku ku aku mebuka akun facebook ku. Saat aku membuka itu yang tebayang adalah dia. Aku membuka lagi kronologinya, aku mau menuliskan sesuatu tapi aku malu dan aku takut. Aku memutuskan untuk mengirimkan pesan saja. Isinya hanya ucapan terimakasih karena telah me-konfirmasi pertemanan dari ku. Aku gak berharap dia membalas tapi dengan sangat tidak terduga dia membalas pesan ku. Akhirnya kami pun ber-pesan ria.

Isi pesan kami menurutku lumayan konyol dari panggilan “gua-elu” berubah seketika menjadi “aku-kamu” lalu seketika berubah kembali menjadi “say-yang” haha. Dia minta nomer teleponku dan sejak saat itu kami semakin dekat dan dekat lagi.

23 April 2012. iya itulah tanggal bersejarah buat kami aku bahagia memiliki dia, sangat bahagia. Dia yang mengangkat ku dari Daniel, dia adalah malaikat ku. Malaikat bodoh ku :) aku bahagia menjalani ini bersama dia, tapi kebahagiaan itu hanya 9hari :') dia memutuskan hubungan ini dan menjadikan ku sebagai adiknya. Hancur sudah semuanya, hatiku dan harapan ku mengenang kebahagian kami yang hanya 9 hari. Ternyata dia memiliki wanita baru, yang sangat disayanginya. Aku bodoh tapi aku tetap aku menyayanginya sampai dia berakhir dengan wanitanya yang hanya 1 bulan, dan dia pun kembali padaku dan kami melanjutkan hubungan kami.

Aku bahagia dia kembali padaku. Aku mencintainya dan dia pun mencintaiku. Dia kebahagiaan ku, dia malaikatku. Dia penuhi hari-hari ku dengan warna dan keindahan. Dia drummer terhebatku, kami menjalani ini sebagai kita, kami adalah satu. Kami adalah sempurna, sempurna di dalam Tuhan. Dia berkata bahwa aku adalah penyemangat hidupnya, alasannya bertahan disini. Aku segalanya untuknya, aku kebahagiaanya. Dia membuat ku merasa spesial, dia membuat ku merasa sempurna. Dia adalah malaikat yang Tuhan kirimkann untuk ku, ini “rencana Tuhan” katanya “Tuhan sengaja mengirim aku kembali kesini supaya kita bersama-sama”. Dia menyanyikan banyak lagu indah untuk ku, indah :')

Kebahagiaan ku dengannya ternyata gak lama, dia mendapatkan pekerjaan baru sebagai guru dan mengharuskannya pindah tempat tinggal. Gak jauh sebenarnya, kami bisa melakukan ini. Tapi sepertinya dia tak mau berjuang. Dia berubah semenjak dia tinggal disana. Dia jarang menghubungi ku. Jarang berkata “ I LOVE YOU ” jarang sekali ingin tahu kabarku. Tapi dia tak pernah mengakhiri ini, entahlah. Besok adalah ulang tahunnya, aku mau berada disana, tapi sepertinya dia tidak menginginkan aku berada disana. Aku membiarkan dia menikmati hari ulang tahunnya bersama teman-teman barunya, biarkan dia bahagia.

Sehari setelah ulang tahunnya aku bertemu dengannya di Gereja, aku memberinya jam tangan dan mug. Di mug itu tegambar wajah kami berdua. Aku memang sengaja mencetak foto kami di mug itu agar dia selalu mengingatku. Tapi malam itu, 18 November 2012 dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Dia berkata dia ingin memfokuskan diri pada pekerjaan barunya tapi tak ku duga ternyata dia memiliki wanita lain. Lagi-lagi aku hancur karenanya :')

Lama sekali aku melupakanya, sulit untuk menghapus dia dari hidup ku. Waktu itu dia sakit dan aku khawatir dengannya. Aku menjenguknya di rumah sakit, aku menjaganya di rumah sakit. Ya walaupun gak full. Saat hari terakhir aku menjaganya, saat aku ingin pulang dia menangis. Air matanya membuat ku sedih, sangat sedih. Aku tak tega melihatnya, di tambah aku tau setelah dia pulang dari rumah sakit dia akan kembali kepada wanitanya dan akan melupakanku, aku tau pengorbanan ini akan sia-sia tapi ini semua aku lakukan karena aku tulus menyayanginya.

Tapi dia membalas 3 hari ku itu, dengan 3 hari yang indah. Malam itu dia hadir di acara yang diadakan oleh anak muda Gereja. Besok paginya dia mengajakku nonton. Ya, dia memperlakukanku layaknya pacarnya, aku senang aku bahagia. Beberapa hari ini di SMS dia manis sekali, dia selalu memanggil ku “sayang” aku senang dengan panggilan itu. Tapi itu gak bertahan lama, karena dia tiba-tiba menghilang dan tak mencari ku lagi.aku menunggunya setiap hari tapi tak ada lagi SMSnya dan Telefonya untuk ku. Dia sudah bahagia, bahagia dengan wanitanya aku gak berhak lagi atasnya, aku bukan miliknya dan dia bukan milik ku. Biar saja ku pendam perasaan ku biar saja ku simpan luka ku. Biar aku yang merasakan kerinduan yang tak terbalaskan, pengorbanan yang berakhir sia-sia. Sisa-sisa masa laluku biar ku kubur dalam-dalam. Jika memang harus berakhir, berakhirlah :')